Apa itu Fashion?

Jumat, 04 Mar 2016  | Kategori : Fashion Info

Mode atau fesyen (Inggris: fashion) adalah gaya berpakaian yang populer dalam suatu budaya. Secara umum, fesyen termasuk masakan, bahasa, seni, dan arsitektur.

Dikarenakan fesyen belum terdaftar dalam bahasa Indonesia, maka mode adalah kata untuk bahasa resminya. Secara etimologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mode merupakan bentuk nomina yang bermakna ragam cara atau bentuk terbaru pada suatu waktu tertentu (tata pakaian, potongan rambut, corak hiasan, dan sebagainya). Gaya dapat berubah dengan cepat. Mode yang dikenakan oleh seseorang mampu mecerminkan siapa si pengguna tersebut.

Thomas Carlyle mengatakan, "Pakaian adalah perlambang jiwa. Pakaian tak bisa dipisahkan dari perkembangan sejarah kehidupan dan budaya manusia." Fesyen dimetaforakan sebagai kulit sosial yang membawa pesan dan gaya hidup suatu komunitas tertentu yang merupakan bagian dari kehidupan sosial. Di samping itu, mode juga mengekspresikan identitas tertentu.

Fesyen dan gaya hidup

Fesyen yang dipilih seseorang bisa menunjukkan bagaimana seseorang tersebut memilih gaya hidup yang dilakukan. Seseorang yang sangat fashionable, secara tidak langsung mengkonstruksi dirinya sebagai seseorang dengan gaya hidup modern dan selalu mengikuti tren yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa dalam dunia modern, gaya hidup membantu menentukan sikap dan nilai-nilai serta menunjukkan status sosial.

Fesyen dan komunikasi

Menurut Malcolm Barnard, etimologi kata fashion terkait dengan bahasa Latin, factio artinya "membuat". Karena itu, arti asli fesyen adalah sesuatu kegiatan yang dilakukan seseorang. Sekarang, terjadi penyempitan makna dari fesyen. Fesyen sebagai sesuatu yang dikenakan seseorang, khususnya pakaian beserta aksesorinya.

Fesyen didefinisikan sebagai sesuatu bentuk dan jenis tata cara atau cara bertindak. Polhemus dan Procter menunjukkan bahwa dalam masyarakat kontemporer barat, istilah fesyen kerap digunakan sebagai sinonim dari istilah dandanan, gaya, dan busana.

Akibat “fashion” memiliki pengertian yang bias, maka banyak para ahli yang mencoba untuk mendefinisikan apa sebenarnya “fashion” tersebut. Tak hanya para ahli bahasa, tetapi juga para ahli di berbagai bidang, terutama dari dunia fashion sendiri. Tidak ada salahnya mengetahui beragam definisi dan pengertian “fashion” dari para ahli untuk menambah wawasan, setidaknya saat berbicara mengenai fashion kita lebih tahu tentang batasan dan pengertian “fashion” agar tahu persis lingkup pembicaraan kita. Sehingga oleh mereka yang mengerti masalah fashion, kita tidak dinilai asal bicara dan sok tahu tentang fashion.
 
Polhemus dan Procter mendefinisikan fashion sebagai sesuatu bentuk dan jenis tata cara atau cara bertindak. Dalam masyarakat kontemporer barat, istilah fashion cenderung diartikan sebagai dandanan, gaya, dan busana. Media barat mempertajam anggapan tersebut dengan memberi predikat pusat fashion dunia pada kota-kota dimana para disainer terkenal menyelenggarakan fashion show seperti New York, Milan, Paris, dan London.
 
Terkait dengan definisi dan pengertian fashion, Thomas Carlyle berpendapat bahwa pakaian melambangkan jiwa pemakainya. Mode pakaian tak bisa dipisahkan dari perkembangan sejarah kehidupan dan budaya manusia. Karena itu Carlyle menekankan bahwa fashion bisa diibaratkan sebagai “kulit sosial” yang mencerminkan gaya hidup suatu komunitas dan mengekspresikan identitas tertentu yang merupakan bagian dari kehidupan sosial.
 
Sehingga fashion yang dipilih seseorang bisa menunjukkan bagaimana seseorang tersebut memilih gaya hidup. Seseorang yang sangat fashionable, secara tidak langsung mengkonstruksi dirinya dengan gaya hidup modern, karena selalu mengikuti tren. Menurut Carlyle, hal ini menunjukkan bahwa fashion bisa membantu menentukan sikap dan nilai-nilai serta menunjukkan status sosial.
 
Kesimpulan itu mirip dengan pendapat Solomon yang dipublikasikan melalui bukunya “Consumer Behaviour”. Menurutnya, fashion adalah proses penyebaran sosial bagi sebuah mode baru untuk diadopsi oleh kelompok konsumen. Fashion tersebut mengacu pada kombinasi beberapa atribut yang dianggap mutakhir, sehingga jika tidak mengadopsinya maka bisa dianggap tidak fashioned. atau ketinggalan jaman.
 
Pengertian tersebut juga mirip dengan kesimpulan yang diajukan  Troxell dan Stone dalam bukunya “Fashion Merchandising”. Mereka mendefinisikan fashion sebagai gaya yang diterima dan digunakan oleh mayoritas anggota kelompok dalam satu waktu tertentu. Definisi ini juga menyiratkan bahwa fashion berkaitan dengan mode atau gaya yang digemari, kepribadian seseorang, dan rentang waktu. Sekaligus menjelaskan mengapa sebuah gaya yang sedang menjadi tren pada saat ini bisa dikatakan ketinggalan jaman, setelah lewat beberapa bulan kemudian.
 
Definisi dan pengertian tentang fashion yang dijelaskan oleh Simmel dalam bukunya “Fashion” lebih menitikberatkan pada kecenderungan individu dan masyarakat. Menurut Simmel terdapat dua kecenderungan sosial yang membentuk fashion. Kedua kecenderungan tersebut saling berkaitan dan membentuk kesatuan, jika tidak terdapat salah satu kecenderungan tersebut maka fashion tak akan terbentuk.
 
Diuraikannya, kecenderungan yang pertama merupakan kebutuhan untuk menyatu, sedangkan kecenderungan yang kedua merupakan kebutuhan untuk terisolasi. Individu haruslah memiliki hasrat untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, tetapi masyarakat dan individu juga harus memiliki hasrat menjadi sesuatu yang terlepas dari bagian itu.
 


Posting Terbaru
 BANTUAN